Ahad, 21 Februari 2016

[Belia] DPR Paksa Kejaksaan Untuk Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi Kadin Jatim.

 

Jejak News
http://www.jejaknews.com/hukum/masalah-kadin-jatim-kejaksaan-tidak-hormati-ketua-makamah-agungDPR Paksa Kejaksaan Untuk Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi Kadin Jatim.
La Nyalla Adalah Keponakan Prof. Hatta Ali Ketua Mahkamah Agung

Foto: Dukungan Syaifullah Yusuf Alias Gus Ipul Pada La Nyalla Mattalitti

Berkaitandengan dibukanya kembali penyidikan masalah dana hibah Kamar Dagang &Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) tahun anggaran 2011-2014, oleh kepala KejaksaanTinggi (Kejati) Jatim yang baru yakni Maruli Hutagalung, kami menyampaikansebagai berikut:
Bahwaapa yang dilakukan Kejati Jatim adalah hal yang melanggar hukum, karena masalahdana hibah Kadin jatim sudah mendapat keputusan hukum yang tetap (inkracht) daripengadilan tipikor. Dimana pengurus Kadin Jatim Diar Kusuma Putra & NelsonSembiring sudah divonis dan telah menjalani hukuman penjara.
Jadimeskipun ditemukan bukti baru, atau terungkap fakta dalam sidang tipikor bahwaada pelaku lain yang terlibat dalam masalah ini, tetapi karena masalah initelah mendapat vonis hakim dan sudah ada yang dijatuhi hukuman untukmempertanggungjawabkan perbuatan dalam masalah dana hibah Kadin Jatim, makakasus harus ditutup dan tidak boleh lagi dilanjutkan pengusutannya.
LangkahKejati Jatim  ini adalah upaya untukmelakukan kriminalisasi terhadap ketua Kadin Jatim La NYalla Mattalitti, yangdiisukan oleh orang2 yang tidak mengerti persoalan, sebagai orang yang harusbertanggungjawab dalam kasus dana hibah Kadin Jatim.
SikapKejati Jatim ini sama saja dengan meremehkan La Nyalla Mattalitti, padahalkejaksaan tahu bahwa La Nyalla Mattalitti adalah keponakan dari ketua MahkamahAgung, Prof. Hatta Ali.
Persoalannyabukan bahwa hal ini bisa selesai secara hukum atau tidak, karena secara hukumjika tidak dicabut penyidikan kasus ini, La NYalla Mattalitti & Kadin Jatimbisa melakukan pra peradilan, dan dijamin dalam proses pra peradilan dengankewenangan dari Prof. Hatta Ali, pasti akan dimenangkan, karena hakim yang akanmenangani tentu saja tidak ingin dibuang ke daerah terpencil karena beranimelawan permintaan Prof. Hatta Ali.
Persoalannyaadalah bahwa sejak awal kejaksaan sebagai suatu lembaga tidak menghormatilembaga tinggi negara, karena berani mengusut kasus ini.
Karenasejak awal kasus ini diusut oleh Kejati Jatim, mereka sudah tahu bahwa LaNyalla Mattalitti adalah keponakan Prof. Hatta Ali. Tapi mereka tetapmeneruskan pengusutan kasus ini.
Berbedadengan KPK (Komisi Pemberantasa Korupsi) saat mengusut kasus dugaan korupsi rumahsakit pendidikan Universitas Airlangga Surabaya, begitu ternyata tahu adaketerlibatan La Nyalla Mattalitti, apalagi Prof. Hatta Ali meminta penyidik KPKagar jangan memeriksa La Nyalla di kantor KPK, tapi cukup di apartemen LaNyalla di daerah Senayan Jakarta agar jangan sampai diketahui wartawan yangbisa menimbulkan kegaduhan, maka hal itu dilaksanakan oleh KPK. Dan hal itutidak mencuat ke media massa, dan kasus bisa ditutup tanpa harus menimbulkan kegaduhan& ketegangan diantara lembaga negara.
Halini berbeda dengan penanganan kejaksaan pada masalah dana hibah Kadin Jatim. Dimanasejak awal. kejaksaan ketika ditanya wartawan tetap memberi penjelasan sehinggamembuat masalah ini tersiar di media massa. Inilah yang disebut tidak menghargaiProf. Hatta Ali sebagai pimpinan lembaga tinggi negara. Padahal kejaksaan ituhanya sebuah lembaga yang kedudukannya dibawah lembaga tinggi negara.
Apalagisebenarnya sejak awal Kejati Jatim telah didatangi oleh anggota komisi III DPRRI, tapi karena masalah sudah terlanjur meluas di media, hanya bisa dihimbauagar jangan sampai masalah hukum menjangkau La Nyalla Mattalitti. Apalagi sudahada orang yang bersedia untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana hibahuntuk Kadin ini, agar cepat diproses ke pengadilan supaya dengan segeramendapat keputusan hukum inkracht, dan kasus ditutup. Maka Kejati Jatim saatvonis dijatuhkan oleh hakim tipikor tidak mengajukan upaya hukum banding, dankeputusan masalah ini bisa segera inkracht.
Selainitu organisasi PP (Pemuda Pancasila) Jatim pernah melakukan demonstrasi, agarpengusutan masalah dana hibah Kadin Jatim jangan dikaitkan dengan ketua PPJatim La Nyalla Mattalitti. Harusnya hal ini dipahami oleh kejaksaan bahwakarena La Nyalla Mattalitti bukan saja tokoh daerah Jatim, tapi juga merupakantokoh nasional, jika kejaksaan mengkaitkan masalah dana hibah Kadin Jatimdengan La Nyalla Mattalitti, hal ini bisa menimbulkan kegaduhan yang bisamembuat situasi politik & ekonomi negara tidak stabil.
Tapi kelakuan dari kepala Kejaksaan TinggiJatim yang baru ini sama saja dengan tidak menghormati hukum, tidak menghormatilembaga-lembaga tinggi negara dan melakukan kriminalisasi yang menimbulkankegaduhan dan itu bisa berakibat pada tersendatnya pembangunan.
Untukitu kami mendukung sikap komisi III DPR RI dalam dengar pendapat dengandelegasi Kadin Jatim, yang memandang sikap Kejati Jatim yang meneruskanpenyidikan masalah dana hibah Kadin Jatim, sebagai tindakan yang mengada-ada,tidak sepatutnya dll, sebagaimana disampaikan oleh anggota komisi III DPR RI,Adies Kadir sebagai juru bicara mewakili DPR RI, kepada wartawan.
Makakami mendukung sikap komisi III DPR RI itu dan mendesak kejaksaan untukmematuhinya, yakni dengan menghentikan penyidikan masalah dana hibah KadinJatim.
JIkahal ini tidak dipatuhi oleh kejaksaan, maka sudah selayaknya para petinggi diKejati Jatim & Kejaksaan Agung diganti dengan personal2 yang lebih layak.
Demikiansikap kami agar dapat dilaksanakan dengan segera KebenaranBisa Disalahkan Tetapi Tak Bisa Dikalahkan
ForumKomunikasi Antar Anggota Lintas Assosiasi Kontraktor Jawa TimurKoordinator:Ahmad Sefdin S

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___

Posted by: Bachrul Ulum <bachrululum358@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___

Tiada ulasan: