Sabtu, 30 April 2016

[Belia] Korupsi KADIN: La Nyalla Mattalitti Sebaiknya Jujur Pada Dirinya & Jujur Pada Tuhan

 

Hayoooo La Nyalla Mattalitti berani gak bersumpah "Demi Allah", bahwa dia tidak korupsi dana hibah Kadin Jatim. Juga para pendukung & pembela La NYalla, berani gak mereka bersumpah bahwa La Nyalla tidak korupsi.
Hayooo jangan terus menerus membuat dusta & tipu daya kepada Allah, itu dosa. Apalagi La NYalla & para pendukung serta pembelanya seringkali mencatut nama Allah.
Atau kalian memang tidak percaya pada Allah sehingga berani menipu Allah & membuat kerusakan dimuka bumi, untuk menantang Tuhan?

Jejak News
Korupsi KADIN: La Nyalla Mattalitti Sebaiknya Jujur Pada Dirinya & Jujur Pada Tuhan

Dalam kasus korupsi Kadin (Kamar Dagang & Industri) Jawa Timur(Jatim), sebaiknya La Nyalla Mattalitti jujur pada hatinya sendiri yang paling dalam & jujur pada Allah. Dengan demikian tidak perlu terjadi polemik, fitnah, tindakan-tindakan anarkis, adu domba masyarakat dll.

Hal ini disampaikan oleh Mustain, seorang guru pelajaran agama pada sebuah SD (Sekolah Dasar) di Surabaya.

"Jika memang tidak korupsi, tentunya La Nyalla akan berani bersumpah & menyatakan Demi Allah Saya Tidak Korupsi", ujarnya

Menurut Mustain, daripada berbelit-belit seperti sekarang ini dengan berbagai argumen maupun alasan pembenaran secara hukum. Apalagi ada pengerahan massa untuk berdemonstrasi dan bahkan ada pengerahan massa untuk menggelar doa bersama dengan isu agar lolos dari jerat hukum, maka sebaiknya La Nyalla bertanya pada hatinya sendiri yang paling dalam, saya korupsi atau tidak?

"Masa, mau menipu atau membohongi Allah", ujarnya.

"JIka La NYalla memang tidak korupsi, bersumpahlah dengan menyebut nama Allah, bahwa dia tidak korupsi. Dan berjuanglah untuk menegakkan kebenaran" katanya.

"Tapi, jika memang La Nyalla korupsi, ya sudahlah jujur saja dan tidak perlu melakukan berbagai manuver untuk menutupi kesalahan. Apalagi berita di media massa menyebutkan adanya bahwa pengusutan kasus korupsi Kadin Jatim itu adalah karena kepala Kejati (Kejaksaan Tinggi) Jatim melakukan kriminalisasi pada La Nyalla. Tentunya jika memang melakukan korupsi, kenapa malah menambah dosa dengan melakukan fitnah2 yang keji, mengadu domba masyarakat, mengorbankan anak buahnya di Kadin & Pemuda Pancasila Jatim?, tuturnya.

"Memang sekarang masalah ini sedang dalam proses hukum, dimana La Nyalla melakukan pra-peradilan dengan tujuan agar penetapannya sebagai tersangka dinyatakan tidak sah oleh hakim. Hukum memang bisa dimain-mainkan, akan tetapi Allah tidak bisa ditipu & dibohongi" kata Mustain.
"Kita harus ingat bahwa segala yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.

Dalam masalah ini, kita hanya mengingatkan pada hakim, pengacara dll, apakah kita akan berani & melakukan tipu daya kepada Allah?, sambungnya.

Menurut ustad muda ini, kasus korupsi memang rumit, tapi yang jelas disana ada perbuatan mengambil hak masyarakat yang lebih berhak. Negeri ini dibelit berbagai kasus korupsi & menjadi terhambat untuk menuju kemajuan, karena para pelaku maupun pihak-pihak yang terlibat mungkin merasa akan hidup selamanya.

Menanggapi pernyataan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) beberapa waktu yang lalu, bahwa banyak transaksi korupsi dilakukan dengan kedok melakukan umroh atau dilakukan pada saat melakukan umroh bersama, Mustain menyatakan, bahwa inilah fenomena yang memprihatinkan.

"Hal semacam ini memang fenomena yang memprihatinkan, bisa dilihat banyak hal yang mirip dengan itu, misalnya banyak koruptor tampak rajin beribadah akan tetapi juga tanpa ragu melakukan korupsi. Tampak seolah-olah beribadah kepada Allah, akan tetapi sebenarnya para pelaku korupsi itu sama sekali tidak percaya pada kekuasaan Allah, sehingga mereka tanpa ragu & sama sekali tidak takut melakukan tipu daya kepada Allah" cetus Mustain

"Maka sekali lagi kita hanya mengingatkan, memilih jujur pada hatinya sendiri & bertakwa pada Allah, atau kita memilih melakukan tipu daya kepada Allah. Memang didunia tampaknya saja kedholiman akan bisa menang, akan tetapi semua manusia akan mati dan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Semoga saja renungan semacam ini bisa mengurangi perilaku koruptif dan bisa membawa negeri ini pada kemajuan", pungkasnya.

__._,_.___

Posted by: Hery Dono <herydono@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Upgrade your account with the latest Yahoo Mail app
Get organized with the fast and easy-to-use Yahoo Mail app. Upgrade today!

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___

[Belia] Surat Perintah Penyidikan La Nyalla Dinilai Sah oleh Para Ahli Hukum

 

Koran Sindo
Surat Perintah Penyidikan La Nyalla Dinilai Sah oleh Para Ahli Hukum
http://warta-andalas.com/foto_berita/81PEMAL-S.jpg
Langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru dan langsung menetapkan status tersangka pada La Nyalla M Mattalitti adalah langkah sah dan tidak menyalahi prosedur hukum.

Meskipun sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya melalui sidang praperadilan membatalkan sprindik lama atas kasus yang sama. Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) Ahmad Labib mengatakan, selama kejaksaan punya keyakinan bahwa data-data menjadi bukti pidana yang dilakukan adalah sah dan kua, maka penerbitan sprindik baru juga sah saja.

Menurutnya, yang menjadi pokok materi dalam gugatan praperadilan dimenangkan pihak La Nyalla adalah masalah administrasinya. Terlebih lagi, lanjut Labib, jika dalam penerbitan sprindik baru, pihak Kejati Jatim sudah membenahi khususnya pada administrasi penerbitan sprindik, maka langkah itu dianggap benar.

"Jika bukti diyakini dengan benar, maka dengan prosedur KUHAP itu tepat dan itu hak kejaksaan mengeluarkan sprindik lagi yang lebih tepat," katanya. Lebih lanjut dia menjelaskan, sebenarnya yang dipraperadilankan itu terkait hukum acara penetapan sehingga praperadilan tidak menggugurkan alat-alat bukti terkait tindak pidana materiil.

Menurut dia, alat-alat bukti itu bisa digunakan kembali untuk penerbitan sprindik baru. "Karena praperadilan itu terkait hukum acara dan bukti pidana itu terkait bukti materiil sepanjang bukti ada, maka tidak menggugurkan keabsahan tindak pidana. Saya kira itu (penerbitan sprindik baru) memang perlu kalau kejaksaan merasa bukti itu benar, tidak masalah sprindik itu asal dengan prosedur tepat," ujarnya.

Dia menegaskan, antara administrasi hukum acara penerbitan sprindik dengan bukti tindak pidana materiil perlu dipisahkan. Karena bukti tindak pidana itu akan disampaikan dalam sidang di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor), bukan pada praperadilan. Terkait belum ada pemeriksaan La Nyalla sebagai tersangka, Labib mengatakan, perlu dilihat upaya hukum yang telah dilakukan.

Dia mengatakan, bagi warga negara yang diduga melakukan tindak pidana, maka wajib datang ketika dipanggil untuk pemeriksaan. Jika kejaksaan sudah mengeluarkan surat panggilan tiga kali dan tetap tidak hadir sehingga tanpa kehadiran terduga, maka sudah bisa dilakukan penetapan tersangka.

Maka sangat aneh jika hakim pra-pengadilan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memutuskan bahwa dalam kasus ini tidak ada korupsi & malah meminta kejaksaan untuk tidak melanjutkan penyidikan. Ada apa kok hakim praperadilan dari PN Surabaya mengambil alih tugas hakim pengadilan tipikor?

Sementara Komisi Yudisial (KY) akan menyelidiki putusan hakim tunggal PN Surabaya yang memenangkan La Nyalla. KY mencium ada kejanggalan yang dinilai tidak wajar. "Unit lapangan juga telah ditugasi untuk terus memonitori prosesnya. Beberapa hal memang ditemukan namun kami belum bisa memublikasikan detailnya.

Kami ingin memastikan hasilnya matang dan tidak terlalu terburu-buru," ujar Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi

__._,_.___

Posted by: Enggo Wahono <enggowahono@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (2)

Upgrade your account with the latest Yahoo Mail app
Get organized with the fast and easy-to-use Yahoo Mail app. Upgrade today!

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___

[Belia] Bela La Nyalla Mattalitti, Japto: Kasus Korupsi Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!

 

Berita Bumi
Press Release Pemuda Pancasila
Bela La Nyalla Mattalitti, Japto: Kasus Korupsi Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!
https://i.ytimg.com/vi/AL37_r-teSI/maxresdefault.jpg
JAKARTA – Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno angkat bicara terkait putusan praperadilan PN Surabaya yang mengabulkan permohonan La Nyalla Mahmud Mattalitti, yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur. Atas putusan tersebut, Japto berharap semua pihak menaati apa yang diputuskan pengadilan. Penegasan itu disampaikan Japto, Selasa (12/4/2016) di Jakarta.

Dikatakan Japto, keputusan hukum yang telah ditetapkan oleh pengadilan harus ditaati oleh siapapun. Termasuk aparat penegak hukum, tak terkecuali kejaksaan. 

"Saya mengikuti upaya praperadilan yang diajukan La Nyalla dan tadi hakim sudah memutuskan mengabulkan permohonan La Nyalla, jadi sudah selesai sampai di sini," tandas orang nomor satu di ormas Pemuda Pancasila itu.     

Sudah deh jangan ada lagi tindakan yang tidak perlu dan hanya akan bikin gaduh saja. Saya sampaikan , stop, cukup," tandasnya.

Demikian pernyataan sikap dari Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila, yang dibagikan oleh tim media release KADIN Jatim pada berbagai media massa

__._,_.___

Posted by: Lukman Wiyono <wiyonolukman@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Upgrade your account with the latest Yahoo Mail app
Get organized with the fast and easy-to-use Yahoo Mail app. Upgrade today!

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___

Jumaat, 29 April 2016

[Belia] Surat Perintah Penyidikan La Nyalla Dinilai Sah oleh Para Ahli Hukum

 

Surat Perintah Penyidikan La Nyalla Dinilai Sah oleh Para Ahli Hukum
https://d22r54gnmuhwmk.cloudfront.net/photos/5/sw/cx/UZSwcxatSfbkjFq-800x450-noPad.jpg?1450092118
Langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru dan langsung menetapkan status tersangka pada La Nyalla M Mattalitti adalah langkah sah dan tidak menyalahi prosedur hukum.

Meskipun sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya melalui sidang praperadilan membatalkan sprindik lama atas kasus yang sama. Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) Ahmad Labib mengatakan, selama kejaksaan punya keyakinan bahwa data-data menjadi bukti pidana yang dilakukan adalah sah dan kua, maka penerbitan sprindik baru juga sah saja.

Menurutnya, yang menjadi pokok materi dalam gugatan praperadilan dimenangkan pihak La Nyalla adalah masalah administrasinya. Terlebih lagi, lanjut Labib, jika dalam penerbitan sprindik baru, pihak Kejati Jatim sudah membenahi khususnya pada administrasi penerbitan sprindik, maka langkah itu dianggap benar.

"Jika bukti diyakini dengan benar, maka dengan prosedur KUHAP itu tepat dan itu hak kejaksaan mengeluarkan sprindik lagi yang lebih tepat," katanya. Lebih lanjut dia menjelaskan, sebenarnya yang dipraperadilankan itu terkait hukum acara penetapan sehingga praperadilan tidak menggugurkan alat-alat bukti terkait tindak pidana materiil.

Menurut dia, alat-alat bukti itu bisa digunakan kembali untuk penerbitan sprindik baru. "Karena praperadilan itu terkait hukum acara dan bukti pidana itu terkait bukti materiil sepanjang bukti ada, maka tidak menggugurkan keabsahan tindak pidana. Saya kira itu (penerbitan sprindik baru) memang perlu kalau kejaksaan merasa bukti itu benar, tidak masalah sprindik itu asal dengan prosedur tepat," ujarnya.

Dia menegaskan, antara administrasi hukum acara penerbitan sprindik dengan bukti tindak pidana materiil perlu dipisahkan. Karena bukti tindak pidana itu akan disampaikan dalam sidang di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor), bukan pada praperadilan. Terkait belum ada pemeriksaan La Nyalla sebagai tersangka, Labib mengatakan, perlu dilihat upaya hukum yang telah dilakukan.

Dia mengatakan, bagi warga negara yang diduga melakukan tindak pidana, maka wajib datang ketika dipanggil untuk pemeriksaan. Jika kejaksaan sudah mengeluarkan surat panggilan tiga kali dan tetap tidak hadir sehingga tanpa kehadiran terduga, maka sudah bisa dilakukan penetapan tersangka.

Maka sangat aneh jika hakim pra-pengadilan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memutuskan bahwa dalam kasus ini tidak ada korupsi & malah meminta kejaksaan untuk tidak melanjutkan penyidikan. Ada apa kok hakim praperadilan dari PN Surabaya mengambil alih tugas hakim pengadilan tipikor?

Sementara Komisi Yudisial (KY) akan menyelidiki putusan hakim tunggal PN Surabaya yang memenangkan La Nyalla. KY mencium ada kejanggalan yang dinilai tidak wajar. "Unit lapangan juga telah ditugasi untuk terus memonitori prosesnya. Beberapa hal memang ditemukan namun kami belum bisa memublikasikan detailnya.

Kami ingin memastikan hasilnya matang dan tidak terlalu terburu-buru," ujar Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi.




__._,_.___

Posted by: Enggo Wahono <enggowahono@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Upgrade your account with the latest Yahoo Mail app
Get organized with the fast and easy-to-use Yahoo Mail app. Upgrade today!

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___

[Belia] Bela La Nyalla, Japto: Kasus Korupsi Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!

 

Berita Bumi
Press Release Pemuda Pancasila
Bela La Nyalla, Japto: Kasus Korupsi Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!
https://i.ytimg.com/vi/AL37_r-teSI/maxresdefault.jpg
JAKARTA – Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno angkat bicara terkait putusan praperadilan PN Surabaya yang mengabulkan permohonan La Nyalla Mahmud Mattalitti, yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur. Atas putusan tersebut, Japto berharap semua pihak menaati apa yang diputuskan pengadilan. Penegasan itu disampaikan Japto, Selasa (12/4/2016) di Jakarta.

Dikatakan Japto, keputusan hukum yang telah ditetapkan oleh pengadilan harus ditaati oleh siapapun. Termasuk aparat penegak hukum, tak terkecuali kejaksaan. 

"Saya mengikuti upaya praperadilan yang diajukan La Nyalla dan tadi hakim sudah memutuskan mengabulkan permohonan La Nyalla, jadi sudah selesai sampai di sini," tandas orang nomor satu di ormas Pemuda Pancasila itu.     

Sudah deh jangan ada lagi tindakan yang tidak perlu dan hanya akan bikin gaduh saja. Saya sampaikan , stop, cukup," tandasnya.

Demikian pernyataan sikap dari Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila, yang dibagikan oleh tim media release KADIN Jatim pada berbagai media massa

__._,_.___

Posted by: Lukman Wiyono <wiyonolukman@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (2)

Upgrade your account with the latest Yahoo Mail app
Get organized with the fast and easy-to-use Yahoo Mail app. Upgrade today!

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___

Rabu, 27 April 2016

[Belia] Bela La Nyalla, Japto: Kasus Korupsi Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!

 

Berita Bumi
Press Release Pemuda Pancasila
Bela La Nyalla, Japto: Kasus Korupsi Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!
https://i.ytimg.com/vi/AL37_r-teSI/maxresdefault.jpg
JAKARTA – Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno angkat bicara terkait putusan praperadilan PN Surabaya yang mengabulkan permohonan La Nyalla Mahmud Mattalitti, yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur. Atas putusan tersebut, Japto berharap semua pihak menaati apa yang diputuskan pengadilan. Penegasan itu disampaikan Japto, Selasa (12/4/2016) di Jakarta.

Dikatakan Japto, keputusan hukum yang telah ditetapkan oleh pengadilan harus ditaati oleh siapapun. Termasuk aparat penegak hukum, tak terkecuali kejaksaan. 

"Saya mengikuti upaya praperadilan yang diajukan La Nyalla dan tadi hakim sudah memutuskan mengabulkan permohonan La Nyalla, jadi sudah selesai sampai di sini," tandas orang nomor satu di ormas Pemuda Pancasila itu.     

Sudah deh jangan ada lagi tindakan yang tidak perlu dan hanya akan bikin gaduh saja. Saya sampaikan , stop, cukup," tandasnya.

Demikian pernyataan sikap dari Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila, yang dibagikan oleh tim media release KADIN Jatim pada berbagai media massa

__._,_.___

Posted by: Lukman Wiyono <wiyonolukman@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Upgrade your account with the latest Yahoo Mail app
Get organized with the fast and easy-to-use Yahoo Mail app. Upgrade today!

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___

[BICARA-REMAJA] Bela La Nyalla, Japto: Kasus Korupsi Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!

 

Berita Bumi
Press Release Pemuda Pancasila
Bela La Nyalla, Japto: Kasus Korupsi Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!
https://i.ytimg.com/vi/AL37_r-teSI/maxresdefault.jpg
JAKARTA – Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno angkat bicara terkait putusan praperadilan PN Surabaya yang mengabulkan permohonan La Nyalla Mahmud Mattalitti, yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur. Atas putusan tersebut, Japto berharap semua pihak menaati apa yang diputuskan pengadilan. Penegasan itu disampaikan Japto, Selasa (12/4/2016) di Jakarta.

Dikatakan Japto, keputusan hukum yang telah ditetapkan oleh pengadilan harus ditaati oleh siapapun. Termasuk aparat penegak hukum, tak terkecuali kejaksaan. 

"Saya mengikuti upaya praperadilan yang diajukan La Nyalla dan tadi hakim sudah memutuskan mengabulkan permohonan La Nyalla, jadi sudah selesai sampai di sini," tandas orang nomor satu di ormas Pemuda Pancasila itu.     

Sudah deh jangan ada lagi tindakan yang tidak perlu dan hanya akan bikin gaduh saja. Saya sampaikan , stop, cukup," tandasnya.

Demikian pernyataan sikap dari Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila, yang dibagikan oleh tim media release KADIN Jatim pada berbagai media massa

__._,_.___

Posted by: Lukman Wiyono <wiyonolukman@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Upgrade your account with the latest Yahoo Mail app
Get organized with the fast and easy-to-use Yahoo Mail app. Upgrade today!

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com  .



.

__,_._,___

[Belia] Japto: Kasus Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!

 

Press Release Pemuda Pancasila
Japto: Kasus Kadin Jatim, Stop Sampai Disini !!!
https://i.ytimg.com/vi/AL37_r-teSI/maxresdefault.jpg
JAKARTA – Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno angkat bicara terkait putusan praperadilan PN Surabaya yang mengabulkan permohonan La Nyalla Mahmud Mattalitti, yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur. Atas putusan tersebut, Japto berharap semua pihak menaati apa yang diputuskan pengadilan. Penegasan itu disampaikan Japto, Selasa (12/4/2016) di Jakarta.

Dikatakan Japto, keputusan hukum yang telah ditetapkan oleh pengadilan harus ditaati oleh siapapun. Termasuk aparat penegak hukum, tak terkecuali kejaksaan. 

"Saya mengikuti upaya praperadilan yang diajukan La Nyalla dan tadi hakim sudah memutuskan mengabulkan permohonan La Nyalla, jadi sudah selesai sampai di sini," tandas orang nomor satu di ormas Pemuda Pancasila itu.     

Sudah deh jangan ada lagi tindakan yang tidak perlu dan hanya akan bikin gaduh saja. Saya sampaikan , stop, cukup," tandasnya.

Demikian pernyataan sikap dari Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila, yang dibagikan oleh tim media release KADIN Jatim pada berbagai media massa

__._,_.___

Posted by: <harissannoko@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Upgrade your account with the latest Yahoo Mail app
Get organized with the fast and easy-to-use Yahoo Mail app. Upgrade today!

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___

Selasa, 26 April 2016

[Belia] Aneh, Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Terkesan Jadi Pengacara & Juru Bicara La Nyalla Mattalitti dkk

 

Aneh, Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Terkesan Jadi Pengacara & Juru Bicara La Nyalla Mattalitti dkk
http://1.bp.blogspot.com/-MHAHCOGTsS0/Vx8IoB1LDfI/AAAAAAAAAQc/dYXUmBJjNLI0zaeJooOGDPAzXOxoBRs8gCK4B/s320/datauri-file-716544.jpeg
Aneh, jika hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terkesan berperan jadi pengacara & juru bicara dari La Nyalla Mattalitti dkk. Ada apa dibalik semua itu? demikian disampaikan Sholeh dari Forum Arek Suroboyo (FAS).

"Dengan melihat berbagai hal yang tampak mencolok itu, bisa saja masyarakat beranggapan bahwa memang sejak awal ada konspirasi antara para hakim PN Surabaya dengan pihak La Nyalla Mattalitti cs, sehingga hakim akan selalu memenangkan gugatan praperadilan La Nyalla di PN Surabaya", kata Sholeh.

"Apalagi secara terbuka dilaporkan oleh media massa bahwa beberapa alat bukti baru serta saksi yang bisa menjelaskan alat bukti yang disampaikan oleh kejaksaan, semuanya ditolak oleh hakim", tambahnya.

"Apalagi hakim kok mengeluarkan pernyataan pers kepada tim media release Kadin Jatim lalu oleh tim media release Kadin Jatim disebarkan pada media massa yang isinya menjelek2kan lembaga negara seperti kejaksaan, ada apa ini? Bisa saja muncul anggapan masyarakat bahwa ini terjadi karena La Nyalla Mattalitti adalah keponakan dari ketua Mahkamah Agung (MA) Prof Hatta Ali dan atau ada sesuatu antara pengacara La NYalla Mattalitti dengan hakim di PN Surabaya", ujarnya.

Ketua FAS ini menyatakan, dari pernyataan hakim ini, masyarakat bisa menganggap bahwa hakim PN Surabaya dalam menangani praperadilan kasus korupsi Kadin Jatim tampaknya membuat keputusan yang melampaui kewenangannya. Misalnya melarang kejaksaan untuk mengusut kasus ini dan menyatakan dalam kasus korupsi Kadin Jatim itu sudah tidak ada kerugian negara karena sudah dibebankan pada Diar Kusuma Putra & Nelson yang sudah divonis penajara oleh hakim pengadilan tipikor (tindak pidana korupsi).

Karena melakukan pengusutan korupsi itu adalah tugas & wewenang dari kejaksaan & kepolisian. Dan kewenangan praperadilan hanyalah membuat keputusan, apakah dalam pengusutan itu ada alat bukti yang sah sebagaimana diamanatkan undang-undang", Kok ini ada pernyataan hakim yang melarang kejaksaan untuk mengusut kasus korupsi Kadin? Padahal dalam beberapa kasus korupsi lain ada yang tadinya tersangka dimenangkan dalam praperadilan, lalu aparat hukum melengkapi bukti baru dan mengeluarkan sprindik (surat perintah penyidikan) baru, akhirnya praperadilan yang kembali diajukan tersangka ditolak dan kasusnya akhirnya disidangkan di pengadilan tipikor.

Ada atau tidak adanya korupsi dan atau kerugian negara itu pembuktiannya ada di pengadilan tipikor, bukan di praperadilan di pengadilan negeri. Apalagi dalam kasus korupsi Kadin Jatim itu baru Diar Kusuma Putra yang mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp. 9 milyar. Sedangkan Nelson baru mengembalikan Rp. 3 milyar dan masih ada kerugian negara sebesar Rp. 14 milyar yang belum dikembalikan.  Dan ada alat bukti baru ternyata ada uang keuntungan Rp.1,5 milyar dari penjualan saham yang tadinya dibeli dari dana hihah Kadin Jatim dimana saham dibeli & keuntungan jualnya atas nama dan masuk rekening  La Nyalla Mattalitti.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dari tim media release Kadin yang disampaikan & dibuat di media massa, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menilai sikap kejaksaan dalam menangani perkara penggunaan dana hibah Kadin Jatim yang menyeret La Nyalla Mattalitti tidak profesional.

Kepala Bagian Humas PN Surabaya Efran Basuning mengatakan, setidaknya aspek terkait profesionalisme kejaksaan tersebut, yaitu ketaatan terhadap putusan pengadilan.

Nah, kata dia, sikap Kejaksaan yang kembali menerbitkan surat perintah penyidikan baru dalam perkara tersebut patut disesalkan.

"Kejaksaan (melakukan) pembangkangan terhadap sistem hukum, berulang kali saya sampaikan itu. Ketika sudah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum (mengikat) di Sprindik terakhir itu, kalau dia melakukan (penerbitan sprindik) lagi, ini kan perbuatan melawan hukum," ujar Efran kepada media, kemarin.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Surabaya dalam sidang praperadilan telah menyatakan bahwa Sprindik penetapan tersangka terhadap La Nyalla tidak sah. 

Efran sebelumnya juga menyatakan bahwa perkara dana hibah Kadin Jatim sudah tidak bisa disidik lagi karena berbagai alasan, di antaranya karena sudah tak ada kerugian negara lantaran telah diganti dan dibebankan tanggung jawabnya kepada dua terpidana dari jajaran pengurus Kadin Jatim, yaitu Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring.

"Untuk perkara dana hibah Pemprov Jatim kepada Kadin Jatim sudah tidak relevan dan tidak mungkin dibuka kembali," kata Hakim tunggal praperadilan, Ferdinandus, dalam salah satu pertimbangannya.




__._,_.___

Posted by: <harissannoko@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Upgrade your account with the latest Yahoo Mail app
Get organized with the fast and easy-to-use Yahoo Mail app. Upgrade today!

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___