Sabtu, 20 Ogos 2016

[Belia] Taktik Koruptor Untuk Berkelit Dari Jerat Hukum: Ngaku Sakit, Mangkir, Kabur, Menghilang, dll

 

Taktik Koruptor Untuk Berkelit Dari Jerat Hukum: Ngaku Sakit, Mangkir, Kabur, Menghilang, dll
------------------------------------
Kabar Progresif
La Nyalla Ngaku Sakit, Pelimpahan Berkas Korupsinya ke Pengadilan Tipikor Ditunda

Saat Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memperpanjang masa penahanan La Nyalla Mattalitti tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim, para pengacara La Nyalla mengabarkan bahwa La Nyalla sakit.

"Kuasa hukumnya memberitahu ke kami bahwa La Nyalla kondisinya sakit. Namun kami sarankan agar kuasa hukumnya melaporkan hal itu ke dokter Rutan Salemba cabang Kejagung," ujar Didik Farkhan, kepala Kejari Surabaya, saat ditemui diruang kerjanya.

Saat ditanya perihal La Nyalla sakit apa, Didik mengaku belum bisa memastikannya. Hanya saja Didik enggan langsung mempercayai kabar tersebut begitu saja, hingga akhirnya dirinya menyarankan agar kuasa hukumnya berkordinasi dengan dokter rutan," katanya.

"Atas dasar kabar tersebut, kami juga memutuskan untuk menunda pelimpahan berkas perkara La Nyalla ke Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat," terangnya.

Seperti diketahui, La Nyalla ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian saham perdana (IPO) Bank Jatim sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2012 lalu. Selama ditetapkan sebagai tersangka, La Nyalla kabur ke Singapura, hingga akhirnya tertangkap dan dideportasi ke Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, ketua PP Surabaya, Bajo Suherman menyatakan bahwa kejaksaan telah melanggar HAM (hak asasi manusia). "Seharusnya bapak La Nyalla segera dibebaskan dari tahanan karena sakit. Orang sakit kok ditahan, itu tidak ber-peri-kemanusiaan", ujarnya.

Lebih lanjut, ketua Perkumpulan Pemuda Surabaya itu menyatakan bahwa selain melanggar HAM, kejaksaan juga tidak menghormati lembaga tinggi negara, yakni Mahkamah Agung (MA). "Sudah tahu bahwa bapakLa Nyalla itu keponakan ketua MA, harusnya segera dibebaskan. Apalagi bapak Hatta Ali ketua MA sudah pernah menyatakan di media, bahwa bapak La Nyalla adalah keponakan beliau. Bahkan ketua MA menyatakan bahwa bapak La Nyalla merupakan keponakan langsung dari beliau", ujarnya.

"Dan juga, berdasar keterangan para pengacara bapak La Nyalla pada media, bahwa selama diperiksa oleh kejaksaan bapak La Nyalla bungkam dan  sama sekali tidak mau menjawab serta tidak mau memberi keterangan, kecuali pertanyaan tentang identitas dirinya" tambahnya.

"Meski ada alat bukti maupun keterangan dari para saksi, tetapi karena tidak ada pengakuan dari bapak La Nyalla sebagai tersangka, maka pengusutan harus dihentikan dan kasus dinyatakan selesai", kata Bajo.

"Berdasar itu semua, maka bapak La Nyalla Mattalitti harus segera dibebaskan. Percuma saja kejaksaan nekat mengusut kasus itu dan membawanya ke persidangan di pengadilan tipikor. Karena pasti akan dikalahkan oleh hakim yang pasti kompak menjaga kehormatan ketua MA sebagai pimpinan tertinggi lembaga peradilan. Apalagi dalam kasus itu sama sekali tidak ada pengakuan dari bapak La Nyalla. Maka sikap kejaksaan yang membawa kasus ini ke pengadilan tipikor adalah langkah yang cacat hukum", pungkasnya.

-----------------------------------------------
Berita Bumi
Menghindari Pengusutan, Tersangka Korupsi Bank Sumut Lagi-lagi Mangkir

Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut kembali mangkir dari pemeriksaan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Rabu (10/8).

Ketiga tersangka, yakni Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut, IP, Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut, Z, dan seorang rekanan atau penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama, H. Mereka tidak hadir dalam pemeriksaan tanpa ada surat keterangan yang disampaikan kepada pihak Kejati Sumut.

"Mereka tidak hadir dan tanpa ada keterangan yang disampaikan kepada kita," ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Bobbi Sandri.

Dengan itu, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut akan menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap tiga tersangka pada pekan depan. Bila mana ketiga tersangka tidak mengindahkan pemanggilan tersebut, akan dilakukan penjemputan paksa.

"Kalau penjemputan paksa nanti, langkah pimpinan selanjutnya," tuturnya.
Bobbi mengimbau kepada ketiga tersangka untuk kooperatif pada proses hukum saat ini.

"Kita juga imbau kepada tersangka untuk menghormati proses hukum dan lembaga kejaksaan," imbaunya.

Sebelumnya, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara menyatakan tiga tersangka yakni Irwan Pulungan, Zulkarnaen dan Haltatif tak penuhi panggilan dengan alasan sakit.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut Asep Mulyana mengatakan, mangkirnya ketiga tersangka dengan alasan sakit setelah tim penyidik Kejati Sumut menerima surat sakit dari masing-masing pengacara tersangka yang diantar melalui kurir.

"Tadi saya mendapat surat dari masing-masing penasihat hukumnya. Yang tidak bisa hadir atas nama tersangka IP (Pemimpin Divisi Umum Bank Sumut Irwan Pulungan) dan Z (Pls Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut Zulkarnaen) dan H (rekanan atau penyedia jasa Direktur CV Surya Pratama/Haltatif) dengan alasan sakit yang kita terima tadi melalui kurir. Ada surat keterangan dokternya menyatakan ketiganya sakit," katanya Rabu (20/7/2016).

Kendati demikian, tim penyidik Kejati Sumut akan melayangkan panggilan kembali kepada tiga tersangka pada pekan depan.

"Tetapi kami akan melakukan pengecekan untuk memastikan apa benar enggak sakit yang bersangkutan ini. Tetap akan kami panggil yang tiga ini pada pemanggilan berikutnya pekan depan," jelasnya menandaskan.

__._,_.___

Posted by: Indra Prihantaka <indrapuyi@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Have you tried the highest rated email app?
With 4.5 stars in iTunes, the Yahoo Mail app is the highest rated email app on the market. What are you waiting for? Now you can access all your inboxes (Gmail, Outlook, AOL and more) in one place. Never delete an email again with 1000GB of free cloud storage.

Egroups kendalian http://www.kokpasir.com

.

__,_._,___

Tiada ulasan: